Cara Mengutip Buku / Jurnal Yang Benar Dan Dibolehkan

Author:
Cara Mengutip Buku / Jurnal Yang Benar Dan Dibolehkan :

Mengutip adalah satu keniscayaan dalam berbagai kegitan penulisan karya ilmiah. Kutipan dapat menjadi penguat isi tulisan atau menjadi dasar sebuah pemikiran / ide penelitian serta untuk menghindari klaim pelanggaran hak cipta ketika menggunakan pemikiran orang lain yang diambil dari sumber-sumber yang dipercaya dan dapat dipertanggung jawabkan. Sebelum kita melangkah lebih jauh membahas mengenai tata cara maupun teknik pengutipan, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa pengertian dari kutipan itu sendiri. Berikut apa yang dimaksud dengan kutipan sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia:

kutipan/ku·tip·an/ n 1 pungutan; petikan; nukilan; sitat; 2 Ling pengambilalihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argumen dalam tulisan sendiri;
Definisi Kutipan Penulisan Dalam Penulisan Karya Ilmiah Tulisan
Selanjutnya kita akan membahas cara-cara mengutip buku dan tulisan yang mencakup pengutipan langsung dan tidak langsung, juga pengutipan kutipan yang telah dikutip di suatu sumber berserta syaratnya.

Cara Menulis Kutipan Langsung

Kutipan langsung yang terdiri atas lima baris atau lebih ditempatkan di bawah baris teks yang mendahuluinya. Kutipan itu diketik dengan jarak baris satu spasi, menjorok masuk lima ketukan dari margin kiri, dan tanpa tanda petik.
Kutipan dari bahasa asing harus diterjemahkan dan terjemahannya ditulis di catatan kaki setelah menyebutkan identitas sumber kutipan. Terjemahan bahasa asing yang kurang dari lima baris ditulis sebagaimana kutipan.

Cara Menulis kutipan tidak langsung

Kutipan yang disebut secara tidak langsung atau dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri ditulis tanpa tanda kutip, ditulis dengan sepasi ganda, dan terpadu dalam teks. Nama pengarang bahan kutipan dapat dapat disebut terpadu dalam teks, atau disebut dalam tanda kurung beserta tahun terbit. No halaman tidak harus disebutkan.

Sedangkan untuk menulis kutipan yang diambil dari sumber yang mengutip tidak disarankan kecuali dalam keadaan darurat. Darutap disini seperti contoh tidak ditemukannya sumber asli dari kutipan tersebut. Cara menulis kutipan yang seperti ini adalah; dengan menyebutkan nama penulis asli dan nama pengutip pertama beserta tahun dikutipnya. Ini berlaku untuk kutipan langsung maupun tidak langsung.


Pada kesempatan lainnya kita akan meng-update halaman ini beserta contoh-contoh cara mengutip yang telah disebutkan. Sementara itu silahkan melanjutkan ke Tata Cara Penulisan Daftar Pustaka dan Aturan Penulisan Karya Iilmiah (Skripsi dan Tesis.)
--->